Gw baru ajah nonton film (yg gw gk tau judulnya, karena gw gk nonton dr awal).
Kelihatannya seperti film yang sederhana juga simple,
memang ada unsur2 komedi juga tapi bener2 film yang mengandung pesan yang bagus banget.

Ceritanya berpusat di 2 keluarga di Singapura,
satu di antaranya keluarga dengan anak bernama Tom, di mana ia punya adik bernama Jerry.
Dia dibesarkan di tengah keluarga yang kaya,
namun sebenarnya tidak lebih dari keluarga dengan sepasang orang tua yang tidak pernah mau mendengarkan anaknya berbicara.

Satu lagi bernama Chengcai,
dibesarkan oleh ayahnya yang mantan napi dan sering melakukan kekerasan,
Chengcai juga tumbuh menjadi anak yang cukup sering memberontak.

Film ini menggambarkan relasi antara anak dan orang tua yang sering terjadi di dalam kehidupan kita dan menunjukkan betapa hubungan yang baik bisa dibina jika kita mau berusaha.

Jujur ajah, gw sebenernya sangat tersentuh ama film ini,
walau gk membuat gw sampai menitikkan air mata seperti 1 Litre of Tears,
film ini mengajarkan banyak banget hal yang harus diketahui oleh kita semua.

Orang dewasa seringkali menganggap dirinya benar,
disebabkan oleh kekalutan dan kesibukan yang dialaminya di masa dewasa,
tidak pernah mau mencoba mengerti tentang apa yang ingin dikatakan anaknya,
menolak penjelasan dari kesalahan yang diperbuat anaknya,
seolah-olah tidak ada yang mampu dibenarkan sekali berbuat kesalahan.

Dengan kalimat di atas, gk berarti gw mencap semua orang dewasa itu buruk,
hanya saja mungkin disebabkan dengan sistem berpikir dan kehidupan yang dialami setiap orang berbeda-beda,
otak kita menolak perbedaan yang dilakukan orang lain dibandingkan diri kita sendiri.

Ada beberapa adegan yang bener2 menyentak gw di film ini:

- Karena melanggar peraturan, Tom dihukum cambuk di depan seluruh sekolah.
Hal ini mengundang banyak pro dan kontra mengingat kekerasan dianggap tidak bisa menyelesaikan masalah
sekaligus satu-satunya langkah yang dianggap bisa mendisiplinkan anak.
Karena terus dicap buruk, Tom pun lama kelamaan bergaul dengan kelompok berandal,
mencoba mencuri sebelum akhirnya diperas polisi gadungan,
di mana akhirnya kedua orang tuanya membaca blog yang dibuat Tom dan dipenuhi dengan kejadian menyedihkan yang dialaminya,
membuat mereka sadar akan perasaan Tom.

- Jerry mencuri uang dan menabungnya di celengan,
tangannya dicambuk oleh ayahnya yang meminta penjelasannya,
menyangka anaknya melakukan itu hanya untuk membeli mainan,
dan akhirnya anak itu menjawab bahwa ia mencuri uang agar ia bisa meminta waktu ayahnya, yang dibayar sebanyak 500 dolar untuk melakukan ceramah di depan banyak orang,
agar ayahnya mau hadir di pertunjukkannya di sekolah;
karena ayahnya tidak pernah mau mendengarkan anak2nya,
tidak pernah mau memperdulikan apa yang dirasakan anak2nya dan terus menomor satukan pekerjaan.

- Chengcai dikeluarkan dari sekolah dan ayahnya menulis 163 surat untuk sekolah2 di Singapura,
mendatangi setiap kepala sekolah dan memohon agar mereka menerima anaknya yang bereputasi buruk di sekolah mereka.
Sebelum akhirnya karena sebuah kecelakaan, ayahnya pun sekarat dan Chengcai berbohong bahwa ia diterima kembali di sekolah yang lama.
Ayahnya tahu bahwa anaknya mencoba berbohong dan ia bahkan berkata,
"Tidak ada guru yang gagal mendidik muridnya,
yang ada hanyalah orang tua yang gagal mendidik anaknya."


Masih banyak adegan yang mengajarkan kita banyak hal,
bahkan ada satu quote, di mana anak-anak yang melakukan kesalahan dianggap bagai apel busuk,

"Apel busuk tidak boleh dibuang begitu saja,
buanglah bagian yang busuk dan apel pun masih bisa dinikmati.
Kalau kau membuang semuanya, maka kau tidak akan mendapatkan apa-apa."


Memang seringkali ada kalanya orang dewasa menolak mendengarkan penjelasan anak-anak.

Contoh kasus yang ada di film itu adalah ketika Tom membetulkan laptop ayahnya dan ayahnya lupa membawa laptopnya ke kantor,
Tom bersusah payah menghabiskan waktunya dan mengantarkan laptop untuk ayahnya.
Tapi setibanya di sana,
ayahnya malah menuduh Tom yang merusakkan laptopnya dan memarahi Tom yang dikiranya membolos.

Tidak selalu sama persis kasus seperti itu,
tapi pernah tidak kalian mengalaminya?

Jujur ajah, gw sering mengalami hal seperti itu,
tentunya di keluarga gw sendiri.

Ketika gw dimarahin, gk jarang orang tua gw suka mengulang2 hal yang sama,
bahkan menyimpang dr pokok permasalahan,
setiap kali gw atau saudara gw mencoba menjelaskan baik2,
selalu ajah dipotong dan akhirnya, bagaimanapun penjelasan kita, gw dan saudara gw berakhir menjadi orang yang bersalah.

Sakit hati banget, ketika orang dewasa gk mau membenarkan penjelasan anak2 seolah mereka tidak tahu apa2,
padahal anak2 itu tidak bodoh loh,
mereka bukannya hanya bisa mendengar dan tidak berbicara karena penjelasan orang dewasa,
akhirnya anak-anak hanya bisa mendengarkan; masuk dari telinga kiri, keluar dari telinga kanan.
(Hal ini juga seringkali terjadi bwt gw, karena apapun yang gw bilang akan dianggap salah,
mending gw meng-iya-kan semuanya, masalah pun selesai)

Sekali lagi, gw yakinkan gw gk menyalahkan pihak manapun,
orang dewasa punya jalan pikiran yang berbeda dengan anak-anak,
karenanya, menurut gw,
anak-anak perlu mempelajari teladan yang baik dari orang dewasa,
tapi tidak berarti orang dewasa selalu benar dan anak-anak selalu salah.

Berpikirlah terbuka,
bahwa kadang mencoba belajar dari anak-anak juga tidak ada salahnya.

Kita mempelajari banyak hal selama hidup;
kita tidak pernah berhenti belajar selama kita hidup,
belajar dari keseharian kita,
dari orang tua,
dari keluarga,
dari teman-teman,
dari anak-anak,
dan dari diri kita sendiri.


+Lyrics of the day+
Narenai kutsu wo haita
Ippozutsu taeru itami
Soredemo aruku no wa
Kaeru basho ga aru kara

Watashi ga watashi wo mitsumete
Kizuita wasuremono

Daiji na mono hodo
Jibun de mamoritai
Watashi mo dareka ni
Totemo daiji ni sare nagara

Ienai KOTOBA wo
Wakatte hoshii kara utaou

(Sweet Home Song by Yuumao)

慣れない靴を履いた
一歩ずつ 耐える痛み
それでも歩くのは
帰る場所があるから

わたしが わたしを見つめて
気づいた わすれもの

大事なものほど
自分で守りたい
私もだれかに
とても大事にされながら

言えないコトバを
わかってほしいから うたおう
(Sweet Home Song by
ゆうまお)

I wore the shoes which I’m not used to
Bearing with the pain one step at a time
Even so, I’ll walk on
Because I have a place to go home to

I’m gazing at myself
And realized about something I’ve forgotten


I want to protect those which are important to me
As much as myself
While I’m held very dear
By someone else too

Because I want you to understand the words I couldn’t say
Lets sing

0 issues: